BeritaDaerahNTT

Korban Banjir Nagekeo Meradang: Keluhkan Bantuan yang Tak Kunjung Datang, ‘Kami Seperti Ditinggalkan!’

27
×

Korban Banjir Nagekeo Meradang: Keluhkan Bantuan yang Tak Kunjung Datang, ‘Kami Seperti Ditinggalkan!’

Sebarkan artikel ini

Banjir Bandang melanda Desa sawu,Desa maukeli,Desa Aewoe kecamatan Mauponggo, kabupaten Nagekeo,Senin (8/9/25).

Nagekeo, faktantt.Com – Banjir bandang kembali menerjang Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/9/2025) sore. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (7/9/2025) menyebabkan Sungai Maumbena meluap dan merendam permukiman serta lahan pertanian warga.

Banjir kali ini tak hanya merendam rumah-rumah, tetapi juga menyeret ternak peliharaan, yang menjadi sumber ekonomi penting bagi masyarakat setempat. Kerugian материальные diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Heri Lau, Ferdi Maktaen Tantang Akun 'Buang Sine' Buktikan Tuduhan di Polres Belu

Parwes, seorang warga Desa Sawu, mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian yang berulang setiap tahun ini. “Setiap hujan deras, desa kami selalu menjadi langganan banjir. Rumah dan sawah kami terendam,” ujarnya kepada media faktantt, Senin (8/9/2025).

Kondisi semakin diperparah dengan meluapnya air hingga ke jembatan, memutus akses transportasi dan komunikasi. Beberapa warga dilaporkan belum diketahui keberadaannya, menambah kekhawatiran di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Tak Main-main! Gandeng Pengacara, Heribertus Lau Desak Kapolres Belu Segera panggil Buang Sine Terkait Fitnah di Facebook

Selain banjir, aliran listrik di Desa Sawu dan sekitarnya juga padam, menghambat aktivitas warga dan upaya koordinasi. Warga kini hidup dalam kegelapan dan ketakutan akan banjir susulan.

“Hujan belum reda, listrik juga padam. Kami sangat panik dan khawatir akan keselamatan diri dan keluarga,” tutur parwes, menggambarkan situasi yang mencekam.

Warga Desa Sawu meradang karena hingga saat ini belum ada tim penyelamat maupun bantuan dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten yang tiba di lokasi. Mereka merasa diabaikan dan ditinggalkan dalam situasi sulit ini.

Baca Juga:  Diduga Intimidasi ASN dan Catut Nama Bupati Belu, Bripka AMN Dipolisikan: Akui Emosi tapi Bantah Minta Proyek

“Mau jadi apa kami kalau begini terus? Kami sangat membutuhkan bantuan segera,” keluh parwes, mewakili suara hati warga Desa Sawu yang berharap uluran tangan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Editor : Haman Hendrikus 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *