Banjir Bandang melanda kecamatan Mauponggo kabupaten Nagekeo menyebabkan tiga warga meninggal Dunia.
Nagekeo, faktantt.Com – Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dilanda tragedi banjir bandang yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam pencarian. Bencana ini juga mengakibatkan isolasi wilayah akibat putusnya akses utama.
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Camat Mauponggo, Leonardus Loda, S.Sos, melaporkan bahwa “korban hilang diduga terbawa arus banjir” dalam laporan tertulisnya kepada Bupati Nagekeo pada Selasa (9/9/2025).
Saat ini, jenazah ketiga korban telah dievakuasi ke Puskesmas Mauponggo untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim SAR gabungan yang terdiri dari masyarakat, TNI, dan Polri terus melakukan pencarian terhadap empat warga yang masih belum ditemukan.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang ini juga menghanyutkan belasan rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai dari Teodhae hingga Aewore. Kerugian материальные yang dialami warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Dua jembatan utama di Teodhae, yang merupakan akses vital menuju ibu kota Kecamatan Mauponggo, amblas total akibat terjangan arus banjir. Akibatnya, akses transportasi dan komunikasi ke wilayah tersebut terputus sepenuhnya.
Tidak hanya itu, areal persawahan milik warga juga mengalami kerusakan parah, mengancam ketahanan pangan masyarakat setempat. Jaringan distribusi air bersih dari sumber mata air ke pusat kecamatan juga hancur, menyebabkan krisis air bersih yang semakin memperburuk kondisi warga.
“Menurut informasi masyarakat, ini adalah banjir terbesar yang pernah terjadi di Mauponggo,” ujar Camat Leonardus. “Saat ini, fokus utama kami adalah pencarian korban yang hilang serta penanganan darurat bagi warga terdampak.”
Pemerintah Kecamatan Mauponggo telah mengajukan permohonan bantuan darurat kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, termasuk pembangunan jembatan darurat di Teodhae 1 dan Teodhae 2. “Kami berharap bantuan segera datang agar akses ke wilayah kami bisa segera pulih dan warga bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” pungkasnya.***
Editor : Haman Hendrikus












