Kupang, faktantt.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank NTT yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena selaku pemegang saham pengendali, menetapkan jajaran direksi baru. Rapat berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan, menandai langkah baru dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja Bank NTT.
Gubernur Laka Lena menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses panjang dan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan Bank NTT semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika industri keuangan nasional.
Dalam struktur baru, posisi Direktur Utama kini dijabat oleh Charlie Paulus. Selain itu, Rahmat Saleh menduduki posisi Direktur Umum dan SDM, Alo Geong sebagai Direktur Kredit, dan Kris Adoe tetap menjabat sebagai Direktur Kepatuhan hingga ada keputusan lanjutan dari OJK. Heru dipercaya mengisi jabatan Direktur Dana dan Treasury.
Selain perubahan di jajaran direksi, Doni Haetubun ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank NTT, memperkuat pengawasan dan tata kelola di tingkat komisaris.
Gubernur Laka Lena menambahkan bahwa saat ini masih menunggu proses persetujuan dua posisi direksi lainnya dari OJK, termasuk nama Umbu Praing yang diusulkan untuk salah satu jabatan strategis.
RUPS kali ini juga membahas dan menyepakati rencana bisnis Bank NTT tahun 2026, dengan banyak masukan konstruktif dari para bupati, wakil bupati, dan wali kota sebagai pemegang saham. Semua masukan mengarah pada penguatan tata kelola dan akselerasi kinerja.
“Dengan kepemimpinan baru ini, saya optimistis Bank NTT akan terus tumbuh menjadi lembaga keuangan daerah yang sehat, kuat, dan semakin memberi dampak nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Gubernur Laka Lena, Rabu, 12 November 2025.
Para pemegang saham menyambut baik perubahan ini, dan berharap jajaran direksi baru dapat membawa Bank NTT ke arah yang lebih baik, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan daerah.
Rapat juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi di sektor keuangan, agar Bank NTT dapat terus bersaing dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Gubernur Laka Lena berharap, Bank NTT dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.( Haman)
Editor : Haman Hendrikus












