Bentrok di Belu, Rumah Korban Hancur dan Dijarah Puluhan Juta

  • Whatsapp
Rumah warga yang rusak

ATAMBUA, FaktaNTT. Com – Bentrokan (Penyerangan Sekelompok Pemuda) yang terjadi di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (02/01/2020) lalu tidak saja melakukan pengrusakan (hancurkan) rumah sejumlah warga.

Warga yang adalah korban pemilik rumah yang mengalami kerusakan itu juga dijarah puluhan juta rupiah.

Muat Lebih

banner 300250

“Jadi penyerangan itu selain menghancurkan 6 rumah, juga terjadi penjarahan terhadap barang dan uang milik para korban dengan total 87.626.000 rupiah,” ungkap Kuasa Hukum para korban, Silvester Nahak, SH kepada faktantt.com di Atambua, Senin (06/01/2020) malam.

Kuasa Hukum Para Korban, Silvester Nahak, SH (Foto Net)

Para korban yang dijarah jelas Kuasa Hukum adalah pemilik rumah yang rusak yakni Lukas Kaysadu, Franciskus Hale, Sili Mali dan Imelda Soik (Suami-Isteri) dan Elias Mali.

“Masing-masing Lukas Kaysadu, 55.206.000, Franciskus Hale, 3.150.000
Sili Mali dan Imelda Soik, 23.120.000, Elias Mali, 6.150.000. Itu berupa barang seperti perabot rumah, barang dagang (kios) barang-barang lain dan uang,” sebut Sil begitu akrab dikenal.

READ  Jelang Akhir Tahun, PAD Belu 2019 Baru Capai 66,78 Persen

“Bahkan ada uang milik Sili Mali dan Imelda Soik sebesar Rp 5 juta yang disimpan terpisah untuk keperluan regis (biaya kuliah) salah satu anak mereka yang sementara kuliah pun raib dijarah,” sambungnya.

Sejak kejadian kata Sil, pihak Kepolisian (Polsek) Tasifeto Barat baru memproses kasus ini pad hari ini, Senin (06/01/2020) dengan memanggil dan memeriksa atau meminta keterang dari para korban.

Rumah warga yang rusak

Sementara para pelaku belum satupun diproses. Padahal saat kejadian, korban langsung melaporkan dan bahkan pihak kepolisian pun langsung turun ke TKP.

“Tadi pagi baru beberapa korban dimintai keterangan, sedangkan para pelaku belum diproses sama sekali. Bahkan korban masing-masing Irsan dan Lukas saat ini sementara di tahan di Polres Belu,” katanya.

Kendati demikian, Kuasa Hukum para korban mengapresiasi pihak Kepolisian yang sudah mulai memproses kasus ini.

Ia berharap pihak Kepolisian responsif dan serius mengusut kasus ini untuk mengungkap para pelaku baik yang terlibat langsung maupun aktor dibalik kejadian ini dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

READ  Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Memotivasi Remaja Perbatasan Jadi Prajurit TNI

Terpisah, Kapolsek Tasifeto Barat, Hadi Syamsul Bahri belum berhasil dihubungi.

Kapolsek dan Anggota Bersama Babinsa Saat di TKP

Diberitakan sebelumnya, bentrokan kembali terjadi antara kelompok masa di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (02/01/2020).

Bentrokan itu adalah rentetan yang dipicu oleh kesalahpahaman antar kedua kelompok anak muda di Kimbana A saat malam pergantian tahun 2019-2020.

Akibatnya, 6 unit rumah warga di Kimbana B hancur dilempari batu hingga hancur berantakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran saat massa menyerang, pemilik rumah telah menghindar dan menyelamatkan diri sehingga tidak ada perlawanan sama sekali.

Disaksikan media di TKP, kelompok massa dari Dusun Asora dan Dusun Kimbana A mendatangi enam rumah di Dusun Kimbana B dengan membawa berbagai senjata tajam seperti pedang dan tombak.

Kaca Jendela Salah Satu Rumah Warga yang Rusak Saat Kejadian

Setibanya mereka di TKP, kelompok massa itu langsung melempari rumah-rumah itu secara bergilir. Akibatnya, rumah milik Frandus Hale, Lukas Kaisadu (2 rumah), Eli Mali, Sili Mali (2 rumah) mengalami kerusakan berat pada bagian jendela dan pintu.

READ  SK 204 Teko Guru Sudah Diserahkan, Tunjangan Segera Dibayar

Saat kejadian, anggota polsek Tasifeto Barat dipimpin langsung oleh Kapolsek Hadi Syamsul Bahri dibantu Babinsa Desa Bakustulama, Serda Armindo Do Santos yang saat itu hadir di TKP berhasil meredakan situasi dan membubarkan amukan massa tersebut.

Data dan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu bermula saat malam pergantian tahun saat Irsan dan Imus (anak dari Frandus Hale) dipukul oleh Alfred dan Robert di Dusun Kimbana A.

Merasa tidak puas, Irsan bersama adik kandung dari bapaknya Lukas Kaisadu mencari dan memukul Robert hingga sekarat di Bundaran Tugu Seroja Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat.

Robert pun langsung dibawa keluarga ke Rumah Sakit Marianum Halilulik guna mendapatkan perawatan.

Kapolsek Tasifeto Barat, Hadi Syamsul Bahri di sekitar TKP pada saat kejadian belum bisa memberikan keterangan.

Menurutnya, pihak kepolisian masih perlu penyelidikan intensif.

“Sabar ya, kita masih perlu selidiki”, kata Kapolsek.

[A-01/GI/F-Ntt]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *