Mutasi Ratusan Pejabat Jelang Akhir Masa Jabatan, DPRD Belu: Muatan Politik

  • Whatsapp

ATAMBUA, FaktaNTT. Com – Gerbong mutasi pejabat lingkup Pemkab Belu kembali digulirkan Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan menjelang masa akhir jabatan dalam menahkodai Kabupaten Belu.

Tercatat, hari ini Sabtu (04/01/2020) betempat di Gedung Wanita Betelalenok, dipimpin Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan melantik dan mengambil sumpah 240 pejabat lingkup Pemkab Belu.

Muat Lebih

banner 300250

Pelantikan dan pengambilan sumpah 240 pejabat eselon II, III dan IV itu dilakukan baik untuk mengisi kekosongan jabatan yang lowong (promosi) maupun pergeseran dan pergantian.

Menanggapi mutasi ratusan pejabat tersebut, DPRD Belu menilai bahwa mutasi itu dilakukan karena muatan kepentingan politik untuk suksesi Pilkada Belu 2020.

Mutasi itu adalah power terakhir Bupati Lay dan Wabup Ose Luan untuk kembali bertarung (Sahabat Jilid II) pada Pilkada Belu nanti.

“Saya melihat mutasi ini adalah bagian dari pada tenaga terakhir yang dia (Bupati) keluarkan. Ini power terakhir dalam mengatur birokrasi di Belu. Sangat muatan politis dan punya banyak kepentingan dalam mutasi ini,” tegas Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (04/12/2020).

READ  Sejumlah Daerah Studi Banding di Plaza Pelayanan Publik Belu

Anggota DPRD Belu empat periode itu juga mempertanyakan apakah mutasi yang dilakukan tersebut sudah sesuai dengan regulasi atau tidak.

“Kami akan segera mengeluarkan undangan untuk kita rapat melihat kembali apakah mutasi ini sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku atau tidak? Kita akan memantau, apakah mutasi ini berada di rel yang benar atau salah. Hari senin kita akan keluarkan undangan untuk minta klarifikasi, undang BKPP, kalau tidak ada Sekda undang langsung Bupati atau Wakil Bupati,” katanya.

DPRD Belu juga lanjut Cypri Temu begitu akrab dikenal akan meminta klarifiksi terkait adanya mutasi jabatan yang sebelumnya dilelang tetapi mutasi kali ini hanya ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut.

“Termasuk sesuai aturan batas mutasi untuk incumbent, sesuai UU tanggal 7 itu stop sudah, tidak boleh lakukan mutasi sudah sampai mereka dua (Bupati dan Wabup) berhenti (mengakhiri masa jabatan),” pungkasnya.

Kepada ASN yang dimutasi hari ini tambah politisi NasDem itu bahwa tidak perlu menjadi beban politik untuk dukung-mendukung.

READ  Resmikan BCA, Hendrik: Perputaran Ekonomi Belu Terbaik di NTT

“Tidak perlu itu, dukung-mendukung tidak ada itu, itu murni mereka pelayan masyarakat. Saya menghimbau kepada mereka PNS, jangan sampai jadi korban politik, jadi hindari kepentingan politik, karena saya melihat mutasi ini banyak muatan kepentingan,” tukasnya.

Terpisah, Bupati Belu Willybrodus Lay yang dikonfirmasi faktantt.com belum berhasil.

Nampak pesan yang dikirim melalui WhatsAppnya tidak terkirim.

Sebelumnya, Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan dalam sambutannya usai melantik dan mengambil sumpah 240 pejabat tersebut dilansir tribunnews.com mengatakan, pelantikan dalam jumlah banyak ini dilakukan karena ada penyesuaian nomenklatur.

Untuk itu kepada pejabat yang dilantik tidak perlu bertanya-tanya.

Ose Luan menegaskan kepada pejabat yang dilantik agar setia dan taat pada etika. Kesetiaan seorang ASN hanya pada Negara, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar ini harus selalu diperjuangkan dipertahanakn sedangkan loyalitas, ketaatan dan kepatuhan kepada pimpinan.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara atau ASN, kesetian hanya pada Negara, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika. Ini empat pilar yang harus selalu diperjuangkan dipertahanakan. Sedangkan loyalitas, ketaatan dan kepatuhan kepada pimpinan”, tegas Ose Luan.

Lanjutnya, terkadang orang salah mengerti hal seperti ini sehingga dia tidak memahami posisi dirinya. Sebenarnya, setiap pejabat yang dilantik itu merupakan kepercayaan yang diberikan sehingga dalam memposisikan diri harus sebagai penerima kepercayaan.

READ  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kunjungi RSUD Belu

“Semua yang dilantik dalam jabatan, secara iman kita bilang itulah talenta dari Tuhan tapi secara organisatoris duniawi itu kepercayaan Tuhan melalui pimpinan dalam hal ini kami. Karena itu, memposisikan diri sebagai orang yang menerima karena kami yang memberi, jangan balik”, tandas Ose Luan.

Tambah Ose Luan, sebagai orang yang menerima kepercayaan diharapkan jangan kasak kusut karena dipindah sana-sini. Juga tidak perlu panik. Sumpah dilakukan dan jabatan sudah diterima. Untuk itu, terimalah kepercayaan tersebut dan jalankan dengan penuh tanggung jawab.

Katanya, seorang ASN adalah abdi negara dan abdi masyarakat bukan mengabdi kepada bupati, wakil bupati atau kepada sekda. Kemudian, OPD, Dinas dan Badan bukan milik pejabat yang dilantik tetapi itu milik pemerintah yang buat untuk melayani masyarakat. Sedangkan loyalitas tetap kepada pimpinan dan hal itu harus ditegakkan.

“OPD, Dinas Badan itu bukan milik anda. Itu milik pemerintah. Organisasi yang dibuat untuk melayani kepada masyarakat bukan pada kami. Tapi loyalitas pada kami. Dan ini harus ditegakan”, tutup Ose Luan.

[A-01/F-Ntt]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *